Posts

Belajar Lagi di Usia Setengah Abad: Ketika Allah Masih Menganggap Kita Layak Jadi Mahasiswa

Dulu saya berpikir sederhana: jenjang pendidikan itu seperti tangga rumah. Ada S1, lalu S2, lalu S3. Setelah itu selesai. Tinggal duduk di kursi, memberi kuliah, dan sesekali mengernyitkan dahi seolah-olah sedang memikirkan teori besar dunia. Ternyata saya keliru. Rupanya tangga pendidikan itu bukan tangga rumah. Ia lebih mirip tangga darurat di gedung tinggi: kita kira sudah sampai lantai terakhir, tahu-tahu masih ada pintu kecil yang mengarah ke tangga berikutnya. Dan yang lebih mengejutkan, di usia yang sudah melewati separuh abad—usia ketika orang biasanya mulai belajar mengingat nama obat kolesterol—Allah justru masih menakdirkan saya untuk belajar lagi. Dulu, sekitar tahun 2000, saya pernah mencicipi bangku kuliah di Royal Melbourne Institute of Technology . Waktu itu rasanya sudah cukup mewah: mahasiswa Indonesia belajar di kampus luar negeri. Rasanya seperti sudah menunaikan salah satu kewajiban intelektual dalam hidup. Saya pikir, ya sudah. Tamat. Ternyata Allah punya selera h...

Debat Ribawi Bukan Cuma Soal Bunga

Berhenti Kerja ‘Bodoh’

Di Antara Gebyar Award

Hijrah yang Belum Usai

Hujan Cahaya di Ruang Tanpa Nama

Orang Tua Durhaka: Catatan Kecil di Earth Overshoot Day 2026