Posts

Tiga Retak di Tanah yang Sama (Bagian 2 dari 6 Tulisan)

Di bagian 1 saya cerita soal mengosongkan diri dulu sebelum diisi hal baru. Nah, dalam tulisannya, pak Otto Scharmer bilang ada "tanah sosial" di setiap masyarakat yang sedang retak. Beliau sebut tiga penyebabnya. Pertama, nilai-nilai bersama yang mulai hilang — orang jadi tidak lagi punya pegangan mana yang benar dan salah. Kedua, hubungan antar-manusia yang makin renggang — orang makin terpolarisasi dan makin kesepian. Ketiga, kemampuan berpikir dan berkreasi yang makin lemah — karena kita makin bergantung pada mesin dan AI untuk berpikir. Tiga masalah ini, kata pak Otto, sebenarnya berasal dari satu akar yang sama: tanah sosial yang sedang rusak. Saya baca ini sambil memikirkan pekerjaan saya sehari-hari mengelola dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Saya langsung mengenali ketiganya — bukan sekadar teori, tapi kejadian nyata. Nilai yang hilang: ketika amanah dianggap remeh, dan dana umat diselewengkan karena "toh semua orang juga melakukan hal yang sama." Hubun...

Mengosongkan Dulu, Baru Mengisi (Bagian 1 dari 6 Tulisan)

Selamat Jalan, Sang ‘Pemulung Kata’

Undangan yang Menyepelekan

Kepada Yang Terhormat, yang Terlalu Sering Bersabda

Belajar Lagi di Usia Setengah Abad: Ketika Allah Masih Menganggap Kita Layak Jadi Mahasiswa