Di negeri ini, iman dan imbal hasil sering duduk mengelilingi meja yang sama. Keduanya berkelindan, saling tersenyum, saling meyakinkan, dan sama-sama pura-pura tidak melihat catatan kecil di bawah meja: risiko. Label syariah pun bekerja seperti jimat. Ia membuat orang merasa aman sebelum benar-benar mengerti apa yang sedang dipertaruhkan. Maka ketika dana triliunan rupiah di Dana Syariah Indonesia diduga menghilang, keterkejutan itu terasa janggal. Seolah ini peristiwa langka, bukan episode lanjutan dari serial panjang yang alurnya nyaris tak pernah berubah. Yang berganti hanya nama pelaku, nama lembaga, angka kerugian, dan ekspresi prihatin di konferensi pers. Syariah di negeri ini sering diperlakukan seperti peci di kepala kapitalisme. Ia menutup bagian atas, memberi kesan santun, tapi tidak pernah dimaksudkan untuk mengubah arah langkah. Akad ditata rapi, istilah Arab disebar merata, dewan pengawas syariah dihadirkan sebagai saksi moral. Namun di balik semua itu, hasrat tetap sama:...
- Get link
- X
- Other Apps