Posts

Di Antara Gebyar Award

Konon, di negeri yang gemar rapat dan lebih gemar lagi menghadiri seremoni, tumbuh satu industri yang tak pernah muncul di data BPS: industri pembuatan penghargaan. Para penyelenggara award ini sudah begitu produktif sampai-sampai layak disebut award fabrics —pabrik gelar yang memintal, menggunting, dan memoles label “terbaik” seperti konveksi yang memproduksi seragam sekolah. Setiap tahun, model gelarnya berganti, temanya berubah, kategorinya bertambah, dan jumlah pemenangnya meluas seperti lahan parkir minimarket. Kalau tahun ini ada 150 kategori, tahun depan bisa 200. Rupanya logikanya sederhana: semakin banyak kategori, semakin banyak pemenang; semakin banyak pemenang, semakin banyak yang merasa penting; semakin banyak yang merasa penting, semakin ramailah acara. Itulah ekonomi panggung berbasis gengsi. Di atas panggung, para pemenang tersenyum. Di balik panggung, para produsen penghargaan menghitung peluang bisnis. Kadang saya membayangkan, jika industri tekstil pernah berjaya di ...

Hijrah yang Belum Usai

Hujan Cahaya di Ruang Tanpa Nama

Orang Tua Durhaka: Catatan Kecil di Earth Overshoot Day 2026

Keberuntungan yang Menyamar

Profesor Tribun

Danantara dan Dua Pertanyaan yang Belum Terjawab