Posts

Tugas Pro Bono dan Tabungan yang Tak Kasat Mata

Di tengah diskusi hangat di kampus soal dunia publikasi ilmiah, muncul satu topik yang cukup memancing perdebatan: peran reviewer jurnal yang ternyata, di luar dugaan banyak orang, adalah pekerjaan pro bono alias tanpa bayaran. Padahal, banyak jurnal mengenakan biaya publikasi kepada penulis, atau menetapkan tarif langganan yang tidak murah bagi pembaca. Tak sedikit yang berkomentar, “Ini tidak fair.” Dan saya bisa memahami itu. Namun, saya memilih untuk tetap menjalaninya. Sampai pertengahan tahun ini saja, saya telah menjadi reviewer bagi lebih dari sepuluh artikel ilmiah di bidang CSR dan pemberdayaan masyarakat—dua ranah yang memang saya tekuni, di beberapa jurnal terindeks Sinta (nasional) maupun Scopus (internasional). Tak ada kontrak, tak ada honor. Tapi justru di situlah saya merasa menjadi bagian dari ekosistem keilmuan yang sehat, yang dibangun bukan semata-mata transaksional, tapi juga tanggung jawab dan pengabdian. Saya percaya, tidak semua pekerjaan harus dibayar. Ada pek...

Knowledge-based Organization

Nikah Siri

Perjalanan Menuju Kepemimpinan yang Utuh

Ironi Penghargaan

Refleksi Pembelajaran

‘Kuliah itu Scam?’