Posts

Urang Sunda Bicara Tanpa Kata

Dua hari terakhir workshop di MIT, dinding-dinding ruangan itu kembali menunggu. Kelvy Bird — sang maestro — tidak hadir. Spidol warna-warninya kini berpindah tangan. Seorang pria dengan ikat kepala berdiri menghadap papan berlapis kertas putih yang membentang di sisi dinding. Perawakannya tenang. Tidak ada yang mengenalnya sebagai legenda. Tidak ada nama besar yang mendahuluinya di ruangan itu. Hanya ia, spidol, dan dinding kosong yang menunggu untuk dijadikan cermin. Namanya Indra Zaka Permana . Asli urang Sunda, Indonesia. Pak Otto Scharmer mulai berbicara. Kata-kata mengalir — konsep-konsep besar, gagasan yang membelah dan menyatukan, bahasa Inggris yang bergerak cepat melampaui batas waktu dan ruang. Lalu Phil Thompson. Lalu Jason Jay. Dan di sisi ruangan, tangan Pak Zaka terus bergerak. Bukan mengejar. Bukan mencatat. Tapi menangkap — seperti seorang nelayan yang tahu persis di mana ikan besar akan muncul ke permukaan. Lingkaran. Panah. Wajah-wajah kecil. Garis yang menghubungka...

Amerika di Persimpangan: Membaca Kebijakan Trump lewat Mata Phil Thompson

Orang Tua Durhaka

Infinite Corridor

Zakat, Pajak, dan Utang Cahaya: Belajar dari Kirchensteuer dan Ragam Model Dunia

Dua Profesi Anak Bangsa