Posts

Jalan Pulang

Hidup saya bukanlah garis lurus yang rapi. Ia lebih menyerupai perjalanan panjang dengan banyak belokan—sebagian saya pilih dengan sadar, sebagian lain memaksa saya berjalan tanpa peta. Ada masa ketika langkah terasa ringan, dan ada masa ketika setiap tapak kaki seperti diuji. Ini adalah refleksi dari kehidupan saya. Tidak seluruhnya berjalan mulus. Tidak pula selalu lurus. Di awal perjalanan, saya pernah mengira bahwa hidup yang baik adalah hidup yang sesuai rencana. Bahwa kebahagiaan berarti tidak terlalu sering jatuh, dan kesuksesan berarti jarang tersesat. Namun waktu, dengan caranya yang sunyi, perlahan mengoreksi pemahaman itu. Ada kegagalan yang terasa memalukan. Ada kehilangan yang datang tanpa aba-aba. Ada doa-doa yang saya bisikkan dengan keyakinan penuh, tetapi jawabannya seolah tertahan di langit. Pada fase-fase itu, saya belajar bahwa yang paling berat bukanlah peristiwa, melainkan pergulatan batin untuk tetap percaya. Di sanalah saya mulai memahami makna sabda Nabi ï·º: “Ak...

Tuhan Maha Tertib

Sekali Lagi Soal Keteraturan

Keteraturan

Kapitalisme Masa Kini, Dari Milton Friedman Hingga Gordon Gekko

Wakafkan Saja Semua, Termasuk Akal Sehat

Peredam Kejut di Jalan Kehidupan

Di Depan Altar Kematian

Kapitalisme Sudah Menang. Lalu Kenapa Dunia Masih Timpang?