Kalau ada yang iseng menyusun kamus khusus berisi kosakata favorit seorang kepala negara, kamus itu akan jadi bacaan paling jujur tentang bagaimana kekuasaan berbicara kepada dirinya sendiri. Dan kamus kecil milik Prabowo Subianto, kalau disusun apa adanya, akan berisi entri-entri yang aneh berdampingan: "rakyat" di halaman pertama, "korupsi" beberapa halaman berikutnya sebagai kosakata pemberani, "peace" di tengah sebagai kosakata diplomatik — dan "ndasmu" terselip sebagai catatan kaki yang justru paling banyak digarisbawahi pembaca. Tapi kamus kata saja tidak cukup. Kamus yang jujur juga harus mencatat satu kolom lagi: apa yang terjadi *setelah* kata itu diucapkan. Di situlah kontradiksinya mulai kelihatan. Rakyat di mulut, kroni di kursi "Rakyat" adalah kata yang paling sering keluar — enam ratusan kali lebih dalam berbagai pidato setahun menjabat. Tapi coba tengok siapa yang duduk di kursi-kursi penting sepanjang periode yang sama. ...
- Get link
- X
- Other Apps