Posts

Dari Ember ke Pipa (Bagian 4 dari 6 Tulisan)

Dalam tulisannya, pak Otto Scharmer menggambarkan tiga kemungkinan masa depan. Pertama, kita terus mengeruk sumber daya tanpa batas, sampai akhirnya menuju kehancuran. Kedua, kita terus bertengkar dan saling menyerang tanpa pernah mengubah akar masalahnya — capek tapi tidak ke mana-mana. Ketiga, kita membangun contoh-contoh kecil dari cara hidup yang berbeda, dan pelan-pelan contoh itu menular ke sistem yang lebih besar. Beliau kasih dua contoh yang setengah berhasil. Sekolah rakyat di Denmark punya sistem yang kuat dan bertahan lama, tapi tidak pernah jadi gerakan besar dunia. Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 punya semangat besar dan momentum kuat, tapi tidak punya sistem yang bertahan lama sesudahnya. Keduanya sama-sama belum lengkap. Kita butuh dua-duanya sekaligus: sistem yang kuat, dan semangat yang menular. Saya menyebut logika ini "dari ember ke jaringan pipa," dan menurut saya ini berlaku juga untuk urusan filantropi. Ember itu bantuan sesaat: penting, tap...

Bernapas Bersama (Bagian 3 dari 6 Tulisan)

Tiga Retak di Tanah yang Sama (Bagian 2 dari 6 Tulisan)

Mengosongkan Dulu, Baru Mengisi (Bagian 1 dari 6 Tulisan)

Selamat Jalan, Sang ‘Pemulung Kata’

Undangan yang Menyepelekan

Kepada Yang Terhormat, yang Terlalu Sering Bersabda