Di sudut Wasserstein Hall, Harvard Law School, ada sebuah dinding yang bicara. Bukan dengan lantang. Ia hanya diam — dicat tangan oleh mahasiswa sendiri, huruf demi huruf, dalam sebuah pameran yang lahir dari musyawarah: Words of Justice, 2012. Para profesor, staf, dan mahasiswa Harvard Law School mengumpulkan lebih dari 150 usulan kutipan tentang keadilan dari seluruh peradaban manusia. Dari 150 itu, dipilihlah sekitar tiga puluh. Dan di antara tiga puluh itu, tiga diletakkan paling depan — di mulut instalasi, di tempat yang pertama kali dilihat mata. Tiga kutipan itu adalah: Santo Agustinus. Magna Carta. Dan An-Nisa ayat 135. Bayangkan seorang mahasiswi hukum dari Kansas. Namanya Claire. Ia tidak pernah memegang Al-Qur’an seumur hidupnya. Suatu pagi di musim gugur, ia berjalan terburu-buru menuju ruang kuliah, tas ransel penuh berkas. Langkahnya terhenti di depan dinding itu. Matanya menelusuri baris-baris kata: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan, ...
- Get link
- X
- Other Apps