Posts

Kambing, Emas, dan Republik yang Baik Hati

Begini, Saudara-saudara. Di negeri ini, kalau seorang maling ayam tertangkap basah, ia bakal digebuki massa sampai babak belur, lalu diarak tanpa busana keliling kampung sambil dipertontonkan seperti barang dagangan murah, dan bisa berakhir dengan dibakar hidup-hidup. Tapi kalau yang ketahuan itu menerima titipan 74 kilogram emas batangan plus valuta asing yang jumlahnya bisa buat beli kerupuk yang bila dijajarkan bisa sepanjang Sabang sampai Merauke bolak-balik, yang terjadi malah lain: surat pengunduran diri ditulis dengan kalimat yang tetap rapi, disertai penjelasan dengan nada tenang seolah sedang membahas resep opor ayam sebagai teman ketupat lebaran. Rumah di Sentul, katanya, memang miliknya. Sudah lama. Bisa dilihat prosesnya sejak awal, begitu ujarnya, seakan-akan kepemilikan rumah adalah warisan leluhur yang sudah dihafal di luar kepala turun-temurun. Tapi anehnya, LHKPN—dokumen yang katanya sakti, yang katanya jadi bukti kejujuran pejabat negeri ini—lupa mencatat kepemilikan ...

Seribu Aksi, Single Hero

Pemahaman Tekstual atas Hadits dalam Bayang-Bayang Rudal Sijjil

Cermin Algoritma: Ketika Teknologi Hanya Memperjelas Siapa Kita

Belajar dari Masa Depan

Gerhana (Bagian 6 dari 6 Tulisan)

Perhatian, Niat, dan Tindakan (Bagian 5 dari 6 Tulisan)

Dari Ember ke Pipa (Bagian 4 dari 6 Tulisan)