Posts

Ironi Penghargaan

Noviansyah Manap, Jalal, dan Zainal Abidin Ada ritual aneh yang diselenggarakan setiap bulan di ballroom hotel berbintang lima Jakarta. Para eksekutif berjas mahal berkumpul, lampu sorot menyilaukan, trofi berkilau dipajang rapi. Moderator dengan suara merdu membacakan deret gelar: 'Penghargaan CSR Terbaik', 'ESG Excellence Award', atau 'SDGs Champion'. Tepuk tangan riuh. Foto bersama. Siaran pers menyusul, juga berita muncul esok hari.   Sementara itu, ratusan kilometer dari ballroom mewah tersebut, sungai berwarna cokelat keruh mengalir pelan atau luar biasa deras. Ikan-ikan mati mengapung. Petani menatap tanah yang tak lagi subur. Nelayan menarik jala kosong. Komunitas adat kehilangan tanah leluhur.   Tapi tidak apa. Perusahaan sudah punya trofi. Inilah Indonesia: negara di mana trofi keberlanjutan diberikan kepada perusahaan yang justru paling pandai merusak. Negara di mana istilah 'tanggung jawab sosial' telah diperkosa maknanya hingga menjadi sekad...

Refleksi Pembelajaran

‘Kuliah itu Scam?’

Dakwah kepada Para Calon Pemimpin Bisnis

Debat Ribawi Bukan Cuma Soal Bunga

Wakaf Oh Wakaf …

Evolusi Lembaga Amil Zakat