Di Cambridge, Massachusetts, tempat saya kini belajar, ada pertanyaan yang diajukan seorang peneliti kepada para bankir di seluruh dunia. Pertanyaannya sederhana, hampir terdengar kekanak-kanakan: *di mana uangmu tidur malam ini?* Maksudnya bukan soal brankas atau rekening. Ia ingin tahu: ke mana sesungguhnya uang itu mengalir? Siapa yang diuntungkan oleh pergerakannya? Dan masa depan seperti apa yang sedang dibentuknya tanpa sepengetahuan kita? Pertanyaan itu terus terngiang ketika saya membaca tentang Danantara. Danantara adalah cita-cita besar. Sovereign Wealth Fund dengan aset lebih dari 900 miliar dolar, dirancang untuk menjadi mesin pertumbuhan Indonesia — Temasek versi kita, Khazanah versi kita. Saya tidak meragukan niat baik di baliknya. Bahwa ratusan BUMN yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, sebagian besar merugi, perlu dikonsolidasikan — itu adalah keputusan yang masuk akal. Yang saya pertanyakan bukan apakah Danantara perlu ada. Yang saya pertanyakan adalah dua hal yang...
- Get link
- X
- Other Apps