Saya seorang karyawan dengan gaji 2 juta (setelah dipotong utang 2juta/bulan lunas 5 tahun lagi). 4 tahun lalu saya ambil cicilan kios 30 m2 sebulan 850 ribu/bulan (dari gaji) selama 10 tahun dan berjualan agen sembako dan minuman dengan modal awal 25 jt dikelola oleh istri. Setelah 3 tahun berjalan, karena kios dan rumah saya (tipe 21) tidak bisa lagi menampung stok barang yang ada, saya membeli ruko 126 m2 ( sekalian tempat tinggal keluarga) melalui bank syariah dengan cicilan 4,5 juta/bulan selama 5 tahun dan sekarang tinggal 4 tahun lagi. Ruko saya buka dengan ditunggui bekas pembantu (tingkat kejujurannya bisa saya andalkan) dengan omzet sekarang mencapai 100 juta/bulan dengan perkiraan margin maks 5 % (total omzet jika digabung kios istri mencapai kisaran 300-320juta/bulan). Yang menjadi permasalahan setelah saya analisa, ada masalah mengenai pengontrolan barang (susah di stok opname karena item banyak,dan saya terlalu sibuk kerja). Jadi kemungkinan barang hilang sangat besar (semua pegawai saya bebas keluar masuk ruko dansemua terjalin secara kekeluargaan dan kepercayaan). Menurut Bapak jika sudah begini apa yang harus saya lakukan?
1.saya keluar kerja (hutang dari gaji 40 juta,pesangon 15 juta)
2.Menutup ruko yang di tunggui pembantu saya dan memfungsikannya hanya sebagai gudang ( saya tetap kerja).
3.Menutup kios istri saya dan memfokuskan usaha di ruko saja (kios untuk menjalankan waralaba makanan atau yang lainnya).
Terus terang saya sangat bingung pak (kalau saya nggak ada utang saya nggak bingung,total utang saya 300 juta untuk 4 tahun ke depan). Atas sumbang sarannya saya ucapkan banyak terimakasih.