Entah kenapa, hari-hari ini saya banyak berpikir tentang do’a. Sudah lama saya merenungi, 4 sikap Allah terhadap do’a umatnya. Pertama, langsung dikabulkan. Kedua, ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ketiga, diganti dengan yang lebih baik. Dan yang terakhir, dikabulkan kelak di akhirat.
Bahkan ini saya pikirkan dalam antrian menjelang masuk ke Raudhah. Hari itu, kami dapat jatah jam 19.30. Jadi seusai Maghrib, kami sudah siap antri. Setelah beberapa menit dalam antrian, kami mulai bergerak masuk masjid Nabawi melalui jalur di bagian depan. Nggak langsung masuk, kami ‘parkir’ di tempat yang sudah disediakan. Sambil berdzikir, saya berpikir. Tempat ‘parkir’ kami ada di depan imam masjid Nabawi. Jadi kalau nanti adzan Isya dan kami belum masuk masjid, kami nggak bisa ikut shalat jama’ah. Dan saya pun berdo’a, semoga bisa shalat Isya di Raudhah.
Dan do’a itu langsung dikabulkan. 10 menit sebelum adzan Isya, kami diminta antri dan tertib masuk masjid. Pas duduk di Raudhah setelah shalat Tahiyat Masjid, adzan Isya bergema.
Kembali ke soal do’a. Pikiran saya kok jadi nakal ya. Jangan-jangan keberhasilan Prabowo terpilih jadi Presiden 2024-2029, adalah do’a 2014 dan 2019 yang ditunda terkabulnya. Dan bisa jadi juga, 2014 dan 2019 Jokowi nail jadi Presiden, itu sebagai isyarat doa yang dikabulkan dengan diganti yang lebih baik.
Lha, kan do’a 2014 dan 2019 sudah diganti dengan calon lain?
Eh bener juga. Tapi kan, do’a sebelumnya belum dibatalkan. Dan sependek pengetahuan saya, nggak ada mekanisme pembatalan do’a. Jadi, do’a 2014 dan 2019 tetap ada dalam antrian …
Mungkin ada yang tidak suka dengan tulisan ini. Nggak apa-apa juga. Anggaplah do’a-do’a anda belum dikabulkanNya. Semoga bisa dikabulkan di waktu lain, atau menunggu sampai di akhirat kelak.
Aaah sudahlah. Saya ingin berdo’a, agar kebaikan selalu melingkupi diriku, keluargaku, para sahabatku, seluruh warga negara dan juga negeri Indonesia. Aamiiiiiiiiiin.
Comments
Post a Comment